Total Tayangan Halaman

Sabtu, 30 November 2013

Curahan hati Niar untuk Rian

apa kabar sayang?
mungkin sudah begitu lama kita tak bersua, tak pernah lagi bertutur sapa
tak ada lagi dering telefon atau pesan darimu...
sudah lama pula aku tak melihat engkau panik mencariku saat aku  tiada kabar
sudah lama aku tak melihat engkau menghampiri daun pintu rumahku...


mungkin tak pernah lagi engkau memikirkan dan memperdulikan ku
sudah lama pula mungkin aku tak bersandar di bahumu,
dan mungkin terlalu banyak untaian kata rindu untukmu
namun semua itu tak pula mungkin kau pikir dan kau pedulikan

29 novemeber 2013, mungkin seharusnya ini hari jadi ke 2 tahun
mungkin dulu begitu banyak rencana untuk merayakan hari ini
tapi semua sudah sirna :’)

Mengingatmu mungkin Terasa sakit , menyayat dan mengiris hati saat tahu engkau memiliki yang lain di belakangku, apalagi dia selalu engkau bela dan kau sembunyikan dibelakangku.
sakit, saat ku mencoba menilai setiamu...semua jauh dari apa yang ku kira, kau tega menghancurkan hati seolah aku tak ada

sesakit inikah saat kau tak mengakuiku, sedangkan aku begitu membangga-banggakan dirimu didepan mereka
sepedih inikah jika engkau masih mencari yang lain saat aku masih bersamamu sedangkan aku begitu takut merusak atau menyakiti hatimu dan selalu mencoba menahan goda untuk mendua.

aku sakit...sakit..sakit
menyimpan luka yang masih menganga
seburuk inikah saat aku tahu kau ingin kembali dengan dia yang lalu dan aku tahu dari pengakuan orang itu sendiri. Sakiittt....
semiris ini saat seorang sahabatmu bercerita bahwa engkau dekat dan mencinta dia yang tak lain juga sahabatmu.
aku selalu memaafkanmu dan selalu setia tapi engkau...


Yasudahlah..
aku masih sakit :’)
masih sakit dan pedih
mungkin aku masih mencinta, tapi untuk apa?
mungkin tak kau ingat lagi


tapi dibalik rasa sedih dan sakit ini, masih ada cinta yang aku sempal untuk menutup luka...
“masih mencintaimu :’)”
begitu miris, tapi itulah aku
semoga kau melihatnya



Rabu, 27 November 2013

Minggu, 24 November 2013

AKADEMI KEBIDANAN 'AISYIYAH

Akademi Kebidanan 'Aisyiyah adalah salah satu sekolah kesehatan bagi para mahasiswi yang tertarik dengan dunia kebidanan dan sangat excited untuk menjadi seorang bidan yang profesional dan islami
baiklah terlebih dahulu saya akan menjelaskan sedikit mengenai AKBID 'AISYIYAH :
        ‘Aisyiyah sebagai gerakan sosial keagamaan tumbuh dan berkembang dari tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia. Oleh karena itu ‘Aisyiyah merupakan bagian integral dan tak terpisahkan dari masyarakat bangsa Indonesia. ‘Aisyiyah bergerak di semua aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan demi mencapai perjuangan bangsa. Sesungguhnya bila disimak dari sejarah kelahirannya, Pendidikan tenaga kesehatan ‘Aisyiyah berdiri sejak tahun 1963. Sesuai dengan hasil keputusan Muktamar ‘Aisyiyah yang ke-35 di Jakarta.

       AKBID ‘Aisyiyah ikut serta dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan membantu mendidik dan menjadikan mahasiswanya benar-benar profesional, mempunyai akhlaqul karimah dalam mengabdi pada sesama. Alhamdulillah AKBID ‘Aisyiyah Palembang telah berdiri sejak tahun 2003 dan telat meluluskan banyak tenaga kesehatan profesional dan Islami yang mana alumninya tersebar diseluruh pelosok Indonesia.

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”[Q.S. al-Mujaadilah 58:11]

Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Palembang didirikan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Selatan sebagai bentuk pengabdian di tengah-tengah masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Pendirian lembaga ini dibentuk atas dasar keputusan Muswil ‘Aisyiyah ke X di Pagaralam yang kemudian disyahkan oleh Mendiknas melalui SK No. 136/D/O/2003 pada tanggal 5 Septembar 2003, yang sebelumnya direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan RI Badan PPSDMK No.13.2.4.12689 pada tanggal 3 Juli 2003. Dan pada bula Juni 2008 Akbid ‘Aisyiyah Palembang telah terakreditasi B oleh PUSDIKNAKES. Dan Kini Akademi Kebidanan 'Aisyiyah telah TERAKREDITASI oleh BAN-PT 2013 (Badan Akreditasi Nasional) sesuai SK No.215/SK/BAN-PT/Ak-XIII/Dpl-III/X/2013

bagi yang tertarik untuk mendapatkan info lengkap
lihat di website :website AKADEMI KEBIDANAN 'Aisyiyah



BE A PROFESSIONAL AND ISLAMIC MIDWIVES...
see you...

Tanya Jawab EPIDEMIOLOGI

1.      Ada 3 hal penting yang perlu digarisbawahi dalam memahami epdemiologi, kecuali?
a.       distribusi,
b.      determinan,
c.       komuniti
d.      kelompok penduduk.
2.      studi tentang distribusi dan faktor-faktor yang menentukan keadaan yang berhubungan dengan kesehatan atau kejadian–kejadian pada kelompok penduduk tertentu disebut?
a.       Kertologi
b.      Epidemiologi
c.       Sosiologi
d.      Antropologi
3.      Pengertian konsep penyakit di dalam epidemiologi berkembang menjadi suatu proses interaksi antara hal berikut, kecuali?
a.       penjamu (host),
b.      behavior
c.       penyebab (agent)
d.      lingkungan (environtment)
4.      unsur utama di dalam proses sebab akibat terjadinya suatu penyakit/ peristiwa kesehatan disebut?
a. penyebab sekunder
b. penyebab tersier
c. penyebab sekunder distribusi
d. penyebab primer
 5.  unsur pembantu atau penambah di dalam proses sebab akibat terjadinya suatu penyakit/  peristiwa kesehatan disebut?
a. penyebab sekunder
b. penyebab tersier
c. penyebab sekunder distribusi
d. penyebab primer
6. Unsur biologis, Unsur nutrisi, Unsur kimiawi, Unsur psikis dan genetik merupakan unsur-unsur dari?
a. penyebab sekunder
b. penyebab tersier
c. penyebab sekunder distribusi
d. penyebab primer
7.  berikut yang termasuk rate dalam pengukuran epidemiologi kecuali?
a. crude rate
b. adjusted rate
c. poligard rate
d. specific rate


   8. Beberapa ukuran relatif/ angka perbandingan yang banyak digunakan dalam epidemiologi, kecuali?
a. rate
b. ratio
c. average
d. proporsi
9. Penelitian berdasarkan percobaan/ perlakuan khusus dalam penelitian epidemiologi disebut?
a. exponential studies
b.experimental studies
c.observational studies
d. delevoting studies
10. Penelitian yang berdasarkan pengamatan langsung terhadap berbagai kejadian dalam satu populasi tentunya, disebut?
a. exponential studies
b.experimental studies
c.observational studies
d. delevoting studies
11. Ada 3 komponen penting dalam epidemiologi yaitu, kecuali?
a.  frekuensi
b. tebar hitung
c. distribusi
d. determinan
12. Di dalam batasan epidemologi ini sekurang-kurangnya mencakup 3 elemen, kecuali?
      a. Mencakup semua penyakit
b. populasi
c.pendekatan ekologi
d. frekuensi
13. metode epidemiologi yang mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menurut perubahan variabel epidemiologi yang terdiri dari orang, tempat, dan waktu adalah?
a. epidemiologi sekuler
b. epidemiologi deskriptif
c. epidemiologi analisis
d. epidemiologi observasi




14. Salah satu bidang epidemiologi yang lebih berorientasi pada penyebab penyakit dan cara mengatasinya adalah?
a. epidemiologi klinis
b.epidemiologi kesehatan
c.epidemiologi observational
d. epidemiologi konsepsional
15. sebutkan peranan epidemiologi dalam kesmas menurut anda?
  1. Mengindentifikasikan faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan/ penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalamusha mencari data untuk penanggulangan serta cara pencegahannya
  2. Menyiapkan data/ informasi untuk keperluan program kesehatan dengan menilai status kesehatan dalam masyarakt serta meberikan gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam
  3. Membnatu menilai hasil program kesehatan
Mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakit serta cara mengatasinya , baik penyakit perorangan (tetapi dianalisis dalam kelompok) maupun kejadian luar biasa (KLB/ wabah dalam masyarakat)

TINGKATAN MANAJEMEN

ORGANISASI DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

TINGKATAN MANAJEMEN

Tingkat manajemen tidak hanya menunjukan hierarkhi manajer bawahan dan atasan secara perorangan tetapi juga hierarkhi manajemen secara keseluruhan.
(Pravita, 2012)
TINGKATAN MENEJEMEN
1.      HIGH LEVEL (tingkat tinggi)
Contoh halnya dirut dan wakilnya. Bertanggung jawab pengolahan terhadap organisasi secara keseluruhan. Membuat rencana jangka panjang, merumuskan strategi, menetapkan kebijaksanaan, dan menetapkan interaksi/ hubungan organisasi dengan lingkungan luar. Tingkatan yang mempunyai tanggung-jawab penuh terhadap jalannya perusahaan. Dan biasanya pada tingkatan ini membuat keputusan yang tidak terprogram, yaitu keputusan yang tidak selalu terjadi.
2.      MIDDLE LEVEL (tingkat menengah)
Salah satu contohnya seperti kepala bagian/ divisi. Pengendali manajemen dalam suatu organisasi. Bertanggung-jawab atas ruang lingkupnya, wilayah, divisi, dll. Merumuskan rencana jangka menengah, melakukan pengendalian, membuat prosedur, dan membuat keputusan berdasarkan lingkup tanggung-jawabnya. Sebagai pengendali dalam arti mengawasi dan meyakini bahwa organisasi menjalankan strategi yang sudah ditetapkan secara baik, efektif dan seefisien mungkin.
3.      LOW LEVEL (tingkat bawah)
Seperti supervisor atau mandor. Yaitu pengendali dalam jalannya operasional. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan sasaran operasional. Membuat keputusan jangka pendek dan mengendalikan transaksi sehari-hari. Biasanya keputusan yang diambil yaitu keputusan yang terprogram, keputusan yang sering terjadi dan rutin.
(Rosyidah, 2012)
TINGKATAN MANAJEMEN
1.      Manajemen Puncak (Top Management)
Tugas: menentukan tujuan, strategi dan kebijakan
Manajer: Direktur Umum, Presiden Direktur, COE (Chief Executive of ficer)
2.      Manajemen Menengah (Middle level Management)
Tugas: melaksanakan tujuan, strategi dan kebijakan
Manajer: Manajer Pemasaran, Manajer keuangan
3.      Manajemen Tingkat Bawah (Lower Level atau First Line)
Tugas: mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan operasional yang dilakukan oleh karyawan
Manajer: Pengawas Produksi, Pengawas penjualan
(Suparyanto, 2009)
Tingkatan manajemen dan manajer.
Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:
1.      Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tingkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.
2.      Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memeiliki keahlian interpersonal/ manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.

3.      Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, artinya keahlian yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.
(Hidayat, 2009)

Tingkatan manajemen

1.      HIGH LEVEL (tingkat tinggi)
Contoh halnya dirut dan wakilnya. Bertanggung jawab pengolahan terhadap organisasi secara keseluruhan. Membuat rencana jangka panjang, merumuskan strategi, menetapkan kebijaksanaan, dan menetapkan interaksi/ hubungan organisasi dengan lingkungan luar. Tingkatan yang mempunyai tanggung-jawab penuh terhadap jalannya perusahaan. Dan biasanya pada tingkatan ini membuat keputusan yang tidak terprogram, yaitu keputusan yang tidak selalu terjadi.
2.      MIDDLE LEVEL (tingkat menengah)
Salah satu contohnya seperti kepala bagian/ divisi. Pengendali manajemen dalam suatu organisasi. Bertanggung-jawab atas ruang lingkupnya, wilayah, divisi dll. Merumuskan rencana jangka menengah, melakukan pengendalian, membuat prosedur, dan membuat keputusan berdasarkan lingkup tanggung-jawabnya. Sebagai pengendali dalam arti mengawasi dan meyakini bahwa organisasi menjalankan strategic yang sudah ditetapkan secara baik, efektif dan seefisien mungkin.
3.      LOW LEVEL (tingkat bawah)
Seperti supervisor atau mandor. Yaitu pengendali dalam jalannya operasional. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan sasaran operasional. Membuat keputusan jangka pendek dan mengendalikan transaksi sehari-hari. Biasanya keputusan yang diambil yaitu keputusan yang terprogram, keputusan yang sering terjadi dan rutin.
(Puspita, 2007)

Tingkatan manajemen dan manajer.
Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:
1.      Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tingkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.
2.      Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal/ manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
3.      Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, artinya keahlian yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.
Adapun tingkatan kepemimpinan atau manajemen terdiri dari:
1. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
2. Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah)
3. Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah).
(Dian, 2011)

Jumlah manajemen pada setiap tingkatan tergantung pada besar kecilnya suatu organisasi atau instansi. Namun demikian, biasanya Top Management jumlahnya akan lebih sedikit dari pada Middle Management, dan Middle Management lebih sedikit daripada Lower Management.
Jadi semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak memerlukan keterampilan administrasi/ manajemen, tetapi keterampilan operasionalnya semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang, maka keteramplian operasionalnya semakin tinggi, sedangkan keterampilan administrasinya/ manajemennya makin rendah.
Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan, Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/ banyak.
(Arutmin, 2012)
Tingkat-tingkat Manajemen
1.      Manajemen puncak (top management) tanggung jawabnya adalah menyusun rencana baru untuk perluasan produksi dan meningkatkan penjualan. Mengkomunikasikan rencana-rencana itu kepada semua manajer. Contoh dari manajemen puncak adalah presiden, direktur utama, direktur keuangan dan wakil presiden. Keputusan yang diambil dari manjemen ini adalah untuk 3 sampai 5 tahun ke depan.
2.      Manajemen menengah (middle management) tanggung jawabnya menentukan jumlah karyawan baru yang harus direkrut, menetapkan harga yang lebih reandah untuk meningkatkan penjualan dan menentukan peningkatan periklanan untuk meningkatkan penjualan serta menentukan cara memperoleh dana untuk membiayai ekspansi. Bertanggung juga pada keputusan jangka pendek.
3.      Manajemen pengawasan (forward line) terlibat secara langsung dengan karyawan yang melaksanakan proses produksi sehari-hari. Tanggung jawabnya adalah mempersiapkan tugas pekerjaan bagi para karyawan baru yang telah direkrut, mempersiapkan jadwal waktu bagi para karyawan yang telah direkrut.
Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:
1.            Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.
2.            Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
3.            Manajemen Bawah/ Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.

Dilihat dari kegiatan yang dilakukan :
1.      Manajer Fungsional, bertanggung jawab pada suatu kegiatan unit organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, personalia, dll
2.      Manajer Umum, bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
(Ramadhani, 2011)